Prestasi, Ruang Tumbuh, dan Peran Sekolah dalam Menguatkan Potensi Siswa
Dalam penjelasannya, kepala sekolah mengemukakan bahwa dinamika prestasi siswa saat ini tidak selalu berada dalam jangkauan langsung institusi pendidikan. Berbagai ajang pengembangan diri—baik di bidang seni, olahraga, maupun nonakademik—kerap diselenggarakan di luar struktur vertikal pendidikan. Dalam kondisi tersebut, sekolah sering kali baru memperoleh informasi setelah siswa menyampaikan secara langsung.
Kondisi ini tidak dipandang sebagai keterbatasan semata, melainkan sebagai bagian dari perubahan lanskap pendidikan. Sekolah tetap memosisikan diri sebagai ruang yang memberi dukungan, selama kegiatan yang diikuti siswa bersifat positif dan mendapat persetujuan orang tua. Pendekatan ini mencerminkan pergeseran peran sekolah, dari sekadar pelaksana program menjadi mitra tumbuh bagi potensi peserta didik.
Fakhri sendiri memaknai prestasi yang diraih sebagai hasil dari dukungan banyak pihak. Ungkapan terima kasih yang disampaikannya kepada orang tua dan pihak sekolah mencerminkan sikap rendah hati sekaligus kesadaran bahwa pencapaian bukanlah perjalanan individual semata.
Kisah ini memberikan pembelajaran penting bagi dunia pendidikan: bahwa tugas sekolah tidak berhenti pada pengelolaan pembelajaran di kelas, tetapi juga pada kemampuan menciptakan iklim yang memberi ruang bagi potensi siswa untuk tumbuh di berbagai medan. Prestasi Fakhri menjadi contoh bahwa ketika sekolah, keluarga, dan peserta didik berjalan dalam satu irama, pendidikan menemukan fungsinya yang paling esensial—menyiapkan generasi yang berdaya, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. (Ukon Jamiat)



Komentar
Posting Komentar