SMPN 3 Cileunyi Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri Nasional 2025

Jakarta MPM – SMPN 3 Cileunyi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Adiwiyata Mandiri Tahun 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Penganugerahan Adiwiyata Nasional 2025 yang berlangsung di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (11/12/2025).

Penghargaan ini diberikan seiring semakin meluasnya edukasi lingkungan di dunia pendidikan. Pada tahun 2025, sebanyak 979 sekolah di seluruh Indonesia menerima Penghargaan Adiwiyata, terdiri atas 258 Sekolah Adiwiyata Mandiri dari 21 provinsi dan 721 Sekolah Adiwiyata Nasional dari 31 provinsi. Capaian ini menegaskan komitmen nasional dalam memperkuat Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS).

Kepala SMPN 3 Cileunyi, Dr. H. Cucu Junaedi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa keberhasilan meraih Adiwiyata Mandiri merupakan hasil kerja kolektif seluruh warga sekolah yang konsisten menanamkan nilai kepedulian lingkungan dalam setiap aktivitas pendidikan.

“Penghargaan ini bukan sekadar pengakuan, tetapi amanah besar bagi kami untuk terus menjaga komitmen dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain. Pendidikan lingkungan telah menjadi bagian dari budaya belajar di SMPN 3 Cileunyi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa program Adiwiyata di SMPN 3 Cileunyi tidak hanya diwujudkan dalam pengelolaan lingkungan fisik sekolah, tetapi juga terintegrasi dalam proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik.

Ketua Tim Adiwiyata SMPN 3 Cileunyi, Erni Hermanawati, M.Si, menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan buah dari proses panjang dan pembiasaan berkelanjutan.

“Capaian Adiwiyata Mandiri ini merupakan hasil kerja konsisten dan terencana. Fokus kami bukan hanya pada pemenuhan indikator penilaian, tetapi pada pembentukan kebiasaan hidup ramah lingkungan yang tumbuh secara alami di sekolah,” jelasnya.

Erni Hermanawati, M.Si, menuturkan bahwa sebagai sekolah Adiwiyata Mandiri, SMPN 3 Cileunyi juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pembinaan dan berbagi praktik baik dengan sekolah lain.

“Komitmen kami adalah memastikan gerakan peduli lingkungan ini terus meluas dan memberi dampak nyata, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar,” tambahnya.

Dari unsur pendidik, Ahdiat Kartiwa, guru SMPN 3 Cileunyi yang turut mendampingi Kepala Sekolah ke Jakarta bersama perwakilan Tim Adiwiyata, menyampaikan bahwa penghargaan ini memperkuat semangat kolaborasi seluruh warga sekolah.

“Penghargaan ini merupakan hasil kebersamaan seluruh unsur sekolah—guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, dan mitra sekolah. Ini menjadi penguat komitmen kami untuk terus mengembangkan pendidikan lingkungan hidup secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, keterlibatan siswa dalam program Adiwiyata juga menjadi bagian penting dari keberhasilan sekolah. Salsabila, selaku Duta Adiwiyata SMPN 3 Cileunyi yang turut mendampingi Kepala Sekolah dalam kegiatan tersebut, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam momen bersejarah itu.

“Saya merasa bangga dan terharu bisa mendampingi Bapak Kepala Sekolah menerima penghargaan nasional ini. Pengalaman ini memotivasi saya dan teman-teman siswa untuk semakin peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tuturnya.

Pada tingkat nasional, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dalam sambutannya menegaskan bahwa penghargaan Adiwiyata merupakan amanah besar bagi sekolah dalam membangun generasi yang peduli lingkungan di tengah tantangan krisis iklim.

“Penghargaan ini bukan sekadar simbol, tetapi tanggung jawab untuk memperkuat pendidikan lingkungan. Sekolah memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi yang sadar dan siap menghadapi tantangan lingkungan ke depan,” tegas Hanif.

Penghargaan Adiwiyata Mandiri diberikan kepada sekolah yang meraih nilai minimal 90 persen serta berhasil membina sedikitnya dua sekolah lain. Dengan capaian tersebut, SMPN 3 Cileunyi menegaskan posisinya sebagai sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga konsisten membangun budaya peduli lingkungan dan berwawasan keberlanjutan.(Ukon Jamiat)





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Edufair SMPN 3 Cileunyi: Bantu Siswa Kelas 9 Tentukan Pilihan Masa Depan

Penutupan P5 di SMP Negeri 3 Cileunyi: Siswa Unjuk Karya dalam Kegiatan Kewirausahaan "My Handmade, My Money"

SMPN 3 Cileunyi Gelar Kegiatan Hari Peduli Sampah Nasional 2025 : Wujud Nyata Kepedulian terhadap Lingkungan